Berita  

Pemkab Indramayu Tetapkan Status Siaga Darurat Hingga 2026

Simulasi tanggap Darurat Bencana Alam yang digelar di halaman kantor BPBD Indramayu.

INDRAMAYU,(NMEDIA.id).- Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, menetapkan status siaga darurat bencana.Penetapan siaga darurat ini,untuk mengantisipasi potensi bencana yang diakibatkan cuaca ekstrem.

Bupati Lucky Hakim mengatakan bahwa kondisi geografis Indramayu yang unik terbentang dari pesisir utara hingga kawasan pertanian luas di selatan menjadi kekuatan sekaligus tantangan tersendiri.

“ Kita dihadapkan pada kenyataan bahwa pesisir Indramayu seperti Kecamatan Pasekan, Cantigi, Losarang, Kandanghaur rawan banjir dan rob, sementara wilayah tengah dan selatan sering dilanda angin puting beliung. Bahkan di musim kemarau panjang, kekeringan dan krisis air bersih juga menjadi ancaman,” ungkap Lucky Hakim.

Menurutnya, ancaman-ancaman tersebut merupakan bagian dari bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh dinamika cuaca dan perubahan iklim. Karena itu, kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan kebutuhan yang harus terus diperkuat di seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, lanjut Lucky, Pemkab juga menggandeng dunia usaha untuk berperan dalam upaya mitigasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), seperti penyediaan sarana dan sumber daya pendukung penanggulangan bencana.

Puncak kegiatan hari ditandai dengan gladi simulasi penanganan bencana, yang melibatkan berbagai unsur dalam skenario evakuasi korban banjir dan tanggap darurat. Bupati Lucky menegaskan, simulasi ini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi menjadi latihan koordinasi nyata untuk menguji sistem komunikasi, alur komando, dan efektivitas evakuasi saat bencana sesungguhnya terjadi.

“ Kita ingin memastikan bahwa ketika bencana datang, semua unsur tahu apa yang harus dilakukan, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana bergerak cepat dan terkoordinasi,” tegasnya

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Indramayu, Oce Dadang Iskandar, mengatakan bahwa ancaman bencana paling dominan di wilayah Indramayu adalah banjir, disusul oleh angin puting beliung yang belakangan ini juga kerap terjadi di beberapa kecamatan.

“ Mitigasi memang yang paling dominan di kita ini bahaya banjir. Tapi akhir-akhir ini juga sering muncul bahaya angin puting beliung,” ujarnya

Ia menjelaskan, hampir seluruh kecamatan di Indramayu memiliki titik rawan banjir, terutama di wilayah yang kerap mengalami jebol tanggul.

Sepanjang bulan November ini, BPBD mencatat sedikitnya lima kejadian bencana, terdiri dari tiga kejadian angin puting beliung di Kecamatan Kroya.Cikedung, dan Kedokan, serta dua kejadian banjir rob di kawasan Eretan dan sekitarnya di Kecamatan Kandanghaur.

Meski begitu, dampak yang ditimbulkan relatif ringan. “ Untuk risiko rumah rusak berat tidak terlalu banyak, kebanyakan hanya rusak ringan,” tambahnya.

Menanggapi insiden musibah yang menimpa mahasiswa pecinta alam (Mapala) Politeknik Negeri Indramayu di Bendungan Karet Bangkir, ia menyampaikan doa dan dukacita mendalam.

“ Mudah-mudahan semangat mereka tidak kendor. Mereka berlatih untuk tujuan yang mulia. Ini murni musibah, bukan karena hal negatif,” tuturnya.

Ia juga berpesan agar para anggota Mapala tetap semangat berlatih, meningkatkan kemampuan serta integritas diri dalam setiap kegiatan alam bebas.

“ Terus berlatih dan tetap bersemangat. Mereka mengalami musibah dalam kondisi positif, saat berlatih,” pungkasnya. (Sep/NM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *