INDRAMAYU, (NMEDIA.id).- Dua orang Mahasiswa Polindra Indramayu hilang di Bendungan Karet Sungai Cimanuk, keduanya sampai saat ini belum ditemukan usai Perahu karet yang mereka tumpangi terbalik setelah menerabas arus deras tepatnya di Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Sabtu (8/11/2025).
Dua mahasiswa ini sebelumnya menaiki perahu karet bersama lima orang temanya, lima orang berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya, Lana dan Agung, hingga kini belum ditemukan.
Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, menyebutkan peristiwa itu terjadi saat para mahasiswa melaksanakan kegiatan pelatihan susur sungai atau olahraga arus tenang menggunakan perahu karet. Awalnya, kegiatan berlangsung lancar. Mereka berhasil menyusuri ratusan meter aliran Sungai Cimanuk tanpa kendala berarti.
Namun, musibah terjadi ketika perahu yang ditumpangi para mahasiswa itu mendekati area Bendung Karet Bangkir. Sejumlah warga yang melihat dari tepian sempat berteriak memperingatkan agar mereka tidak melanjutkan perjalanan karena arus di sekitar bendung sangat deras.
Sebelum peringatan itu sempat terdengar, perahu karet sudah terseret ke pusaran air. Arus deras membuat perahu terpelanting dan terombang-ambing hebat. Empat mahasiswa dikabarkan sempat melompat ke sungai, sementara tiga lainnya tetap bertahan di atas perahu.
Dua mahasiswa yang melompat berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian, sementara dua lainnya, Lana dan Agung, hilang terseret arus. Tiga mahasiswa yang bertahan di perahu dilaporkan selamat seluruhnya.
“Kalau yang dua orang dikabarkan hilang, sampai saat ini kami belum dapat konfirmasi lebih lanjut,” ujar Junedi, petugas penjaga Bendungan Karet Bangkir.
Orang tua salah satu korban hilang, Sukarto (57), mengaku tidak mengetahui jika anaknya, Muhammad Lana Wiratno, mengikuti kegiatan susur sungai tersebut.
“ Saya sebagai orang tua tidak tahu dengan kegiatan ini. Katanya semalam pulang dari Kuningan, pagi-pagi sudah berangkat lagi. Nggak izin sama saya,” ujar Sukarto saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia mengatakan, dirinya mengetahui kabar hilangnya sang anak dari tetangga yang mendengar peristiwa tersebut.
“ Katanya anak saya hilang di Bendung Bangkir, main perahu karet. Saya langsung ke sini setelah dengar kabar itu,” ujarnya.
Sukarto juga mengaku belum mendapat penjelasan dari pihak kampus terkait kegiatan tersebut.
“ Saya nggak tahu ini kegiatan dari kampus atau bukan. Tapi kalau sendiri, anak saya kan nggak punya perahu karet. Setahu saya, perahu karet itu punya kampus. Saya cuma ingin anak saya cepat ditemukan, bagaimana pun keadaannya,” katanya.
Tim SAR gabungan dari BPBD Indramayu, Polairud, dan relawan yang tiba di lokasi langsung melakukan pemetaan titik kejadian (mapping TKP) dan melanjutkan pencarian di sepanjang aliran Sungai Cimanuk. (Wir/NM)












