Berita  

Aktivis Muda NU Indramayu Kutuk Keras tudingan Ulama menjadi Biang Kerusuhan Aksi Unjuk Rasa

Aktivis Muda NU Indramayu Endi Susanto.

INDRAMAYU, (NMEDIA.id).- Aktivis Muda NU Indramayu Endi Susanto, Mengutuk keras atas tuduhan yang menyebut ulama sebagai biang kerusuhan dalam demonstrasi di Alun-alun Indramayu, pada Kamis (2/4/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah situasi yang masih memanas pasca-aksi yang berujung ricuh dan pengrusakan fasilitas di Alun-alun Indramayu. Endi menilai tuduhan tersebut berpotensi menjadi “bola liar” di kalangan santri.

Ia menegaskan bahwa para kiai saat ini justru dituding sebagai biang kerok kerusuhan dalam demonstrasi tersebut.

“Ini akan menjadi bola panas bagi Masyarakat NU di Kabupaten Indramayu yang gundah mendengar informasi ini. Maka dari itu saatnya kita membela orang tua kita, saatnya kita membela kiai kita,” ujarnya. Minggu (5/4/2026)

Endi mengatakan bahwa kondisi yang terjadi saat ini dinilai serba salah bagi para ulama. Ia menyebut bahwa ketika ulama ingin ditemui tidak mendapatkan kesempatan, dan saat diundang pun tidak hadir, namun justru tiba-tiba dituduh sebagai penyebab kerusuhan.

” Harusnya pemerintah sebagai umara bersinergi dalam membangun daerah,Situasi ini dianggap tidak adil dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas di masyarakat. ” Ujarnya

Endi mengatakan bahwa para santri di Indramayu memiliki kewajiban moral untuk membela KH Juhadi Muhammad, pengasuh pondok pesantren. Dukungan dari para santri sangat penting di tengah berbagai tuduhan yang berkembang.

“Saya yakin yang dilakukan oleh kyai juhadi ialah Upaya memperjuangkan mustad’afin, bukan merusak fasilitas umum. Tujuan utama menyampaikan kepada Bupati Indramayu agar lebih peduli dan memperhatiikan Masyarakat. Tidak ada niatan membuat kerusakan, namun opini yang digaungkan lebih mengaburkan persoalan yang harusnya ditanggapi oleh pemerintah kab. Indramayu” pungkas Endi S.

Endi menekankan bahwa KH Juhadi Muhammad merupakan sosok penting bagi para santri di Indramayu, baik sebagai Ketua PWNU Jawa Barat maupun sebagai pengasuh pondok pesantren di Pasekan.

Karena itu, Endi mengajak seluruh kaum muda Nahdliyin untuk tetap solid dan memberikan dukungan kepada ulama kita, baik secara moril maupun materil.

” Kami imbau kepada aktivis nu di Kabupaten Indramayu untuk tetap bersatu dengan beliau, membela beliau, karena beliau adalah orang tua kita,” ujarnya.

Endi menegaskan sebagai Aktivis muda NU, akan berdiri di garis terdepan bersama para ulama.

Ia juga mengajak seluruh santri dan kaum muda NU untuk mendoakan dan mendukung para kiai agar tetap sehat dan kuat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Kami mengimbau kepada seluruh santri pondok pesantren untuk mendoakan beliau, agar tetap sehat dan kuat dalam perjuangan membela warga yang tertindas di Indramayu,” pungkasnya. (Wir/NM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *