Berita  

Kemenhaj Jabar siapkan Layanan One Stop Service Bagi Jemaah Haji 2026 di Asrama Haji Indramayu

INDRAMAYU, (NMEDIA.id).- Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Barat menyiapkan layanan one stop service bagi jemaah haji 2026 di Asrama Haji Jawa Barat di Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.

Pelayanan one stop service ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi jama’ah haji yang berada di Jawa Barat.

Kabag TU Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat, Elfin Fakhrudin, mengatakan seluruh fasilitas dan sistem layanan telah disiapkan untuk menyambut kloter pertama yang dijadwalkan masuk asrama pada 21 April 2026 mendatang.

” Cakupan Wilayah dan Kapasitas Gedung Sebanyak kurang lebih 17.600 jemaah haji yang berasal dari 19 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Barat dipastikan akan berangkat melalui Bandara Internasional Kertajati,” ungkapnya, Kamis (9/4/2026)

Elfin menegaskan bahwa untuk saat ini, embarkasi khusus melayani jemaah dari Jawa Barat saja, pihaknya juga sudah menyiagakan empat gedung penginapan guna menampung ribuan jemaah.

” Masing-masing gedung memiliki kapasitas sekitar 400 orang, sehingga satu gedung mampu menampung hampir satu kloter penuh. Dengan jadwal satu hingga dua kloter per hari, fasilitas ini sangat memadai,” jelasnya.

Dia mengatakan, Infrastruktur Baru dan Layanan One Stop Service Salah satu keunggulan layanan tahun ini adalah penerapan One Stop Service di aula kedatangan. Begitu jemaah tiba menggunakan bus dari daerah asal, mereka langsung diarahkan untuk mendapatkan layanan terpadu.

“Di aula kedatangan, jemaah menerima layanan kesehatan, pembagian gelang identitas, uang living cost, paspor, hingga kartu Nusuk—identitas digital untuk akses masuk ke area Masjidil Haram,” kata Elfin.

Dia menambahkan, Setelah proses tersebut selesai, jemaah dapat beristirahat di kamar masing-masing sambil menunggu jadwal pelepasan di aula keberangkatan.

” Selama masa tunggu di asrama, jemaah akan mendapatkan fasilitas konsumsi berupa tiga kali makan dan dua kali snack. Selain itu, tersedia pula layanan pemeriksaan barang bawaan koper dan tas kabin untuk memastikan keamanan sebelum menuju bandara,” ujarnya

Menurutnya, Fasilitas Pendukung dan Kendala Pembangunan Kemenag Jabar juga telah mengoperasikan gedung PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) yang baru rampung tahun lalu sebagai pusat aktivitas petugas, lengkap dengan fasilitas dapur umum dan klinik kesehatan.

Untuk kebutuhan vital seperti air, lanjut elfi , asrama telah terkoneksi sepenuhnya dengan jaringan PDAM. Area manasik haji di tengah komplek asrama juga sudah siap digunakan, baik oleh jemaah maupun masyarakat umum.

Namun, Elfin memberikan catatan terkait pembangunan masjid asrama yang hingga kini belum tuntas.

” Masjid memang belum rampung karena kendala ketersediaan anggaran untuk penyelesaiannya. Meski begitu, kami akan memaksimalkan area yang ada agar tetap bisa digunakan selama proses pemberangkatan dan pemulangan,” tambahnya.

Dia menjelaskan, mengenai prosedur imigrasi di Embarkasi Kertajati. Berbeda dengan Embarkasi Bekasi yang sudah memiliki layanan fast track (jalur cepat imigrasi Arab Saudi di asrama), jamaah yang berangkat melalui Indramayu masih harus menjalani pemeriksaan imigrasi secara reguler di bandara.

“Di asrama haji Indramayu belum ada fast track, jadi pemeriksaan imigrasi tetap dilakukan di bandara,” pungkasnya. (Wir/NM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *