INDRAMAYU, (NMEDIA.id). – Banjir rob kembali melanda kawasan pesisir Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Minggu (7/12/2025). Peristiwa ini tidak hanya merendam jalan desa melainkan ribuan rumah serta membuat aktivitas masyarakat ikut tersendat.
Berdasarkan pantauan, genangan air yang cukup tinggi di sepanjang jalan desa membuat para pengendara harus menurunkan kecepatan. Tak sedikit sepeda motor mogok setelah nekat menerobos genangan yang dalam.
Kondisi terparah terjadi di Blok Empang. Di kampung ini, ketinggian air mencapai lebih dari satu meter, sementara genangan di dalam rumah warga berada di kisaran 80 centimeter. Warga yang terisolasi hanya mengandalkan satu unit perahu karet bantuan dari BPBD untuk keluar-masuk kawasan pemukiman, sehingga mereka harus bergantian menunggu giliran untuk beraktivitas.
Warga Blok Empang, Sumarni (48), menyampaikan bahwa wilayah tempat tinggalnya hampir tak pernah kering karena banjir rob terjadi setiap hari. Ia menyebut air hanya surut sebentar lalu kembali naik, sehingga aktivitas warga sangat terganggu.
“ Di Blok Empang ini setiap hari dan malam selalu terendam. Kalau surut sebentar, air datang lagi. Tidak pernah benar-benar kering,” ujarnya.
Sumarni mengungkapkan, warga yang hendak beraktivitas atau membeli kebutuhan harus menggunakan perahu. Jika berjalan kaki, ketinggian air dapat mencapai pinggang orang dewasa. Kondisi tersebut membuat banyak rumah akhirnya ditinggalkan pemiliknya karena mereka kelelahan menghadapi banjir yang terus berulang.
“ Kalau tidak ada perahu kami terpaksa jalan kaki, air sampai sepinggang. Banyak yang pindah karena capek, mau beli kebutuhan saja susah,” ungkapnya.
Sumarni menyebut sejumlah warga sudah pindah sejak tahun lalu, baik dengan mengontrak maupun membeli rumah baru. Namun ia masih bertahan karena keterbatasan biaya. Ia berharap pemerintah dapat memindahkan tempat tinggal mereka ke lokasi yang lebih aman.
“ Saya tetap tinggal di sini karena tidak punya biaya untuk pindah. Saya berharap pemerintah bisa memindahkan rumah kami,” harapnya.
Sementara, Aparat Desa Eretan Wetan, Nanto Budianto, mengatakan hampir seluruh wilayah desa terdampak banjir rob. Pemerintah desa bersama BPBD, TNI, Polri, dan dinas terkait telah meninjau seluruh titik banjir serta menyiapkan perahu karet untuk proses evakuasi jika dibutuhkan.
“ Hampir seluruh wilayah Eretan Wetan terdampak. Kami bersama Brimob, Babinsa, Babinkamtibmas, BPBD, dan dinas lainnya sudah turun ke lapangan dan menyiapkan perahu karet untuk antisipasi evakuasi,” katanya.
Ia menyebut, air sempat mengalami pasang cukup tinggi, namun kini perlahan surut meski masih berpotensi kembali naik pada pagi hari. “ Air memang sempat pasang cukup tinggi, sekarang perlahan surut, tapi pagi hari kadang naik lagi,” ujarnya.
Nanto memastikan hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi. Namun pemerintah desa telah menyiapkan lokasi evakuasi di kantor desa dan kantor Koramil serta mengantisipasi pembukaan dapur umum jika ketinggian air kembali meningkat.
“ Belum ada warga yang mengungsi, tapi tempat evakuasi sudah kami siapkan. Jika air naik lagi, dapur umum juga akan kami buka,” pungkasnya. (Had/NM)












