Berita  

Standar Museum Linggarjati Akan ditingkatkan, Fadli Zon : Pentingnya sentuhan digital di Cagar Budaya

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon,saat meninjau langsung museum bersejarah Museum Linggarjati

KUNINGAN, (NMEDIA.id).- Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengatakan pentingnya sentuhan digital di Cagar Budaya Nasional, kondisi ini dilakukan untuk menarik minat generasi muda terhadap bangunan peninggalan bersejarah.

Perihal tersebut diungkapkan Fadli saat meninjau langsung museum bersejarah tersebut, Sabtu (5/4/2026). Ia menegaskan pihaknya berkomitmen untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap Museum Perundingan Linggarjati agar tampil lebih modern, edukatif, dan menarik bagi generasi muda.

Dia mengatakan, pemerintah pusat akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan serta Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat dalam upaya revitalisasi dan peningkatan standar museum.

“Iya, betul. Nanti kita kerja sama dengan Pemkab Kuningan dan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat. Ini juga sudah kita anggarkan. Jadi perbaikan dan perawatan tentu menjadi perhatian, apalagi ini sudah menjadi cagar budaya nasional,” ujar Fadli kepada wartawan.

Menurutnya, status cagar budaya nasional menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap pelestarian sekaligus pengembangan Museum Linggarjati.

Dalam upaya meningkatkan daya tarik wisata, Fadli menekankan pentingnya sentuhan digital sebagai strategi utama. Ia mengusulkan penyajian konten sejarah dalam bentuk visual interaktif seperti dokumenter, animasi, hingga rekonstruksi peristiwa perundingan.

“Perlu diperbanyak sentuhan digital. Misalnya menghadirkan footage sejarah Linggarjati, membuat animasi jalannya perundingan, sampai menampilkan transkrip perdebatan dalam bentuk visual. Dengan teknologi sekarang, bahkan foto bisa digerakkan. Ini akan menarik minat generasi muda,” jelasnya.

Ia juga membuka peluang pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menghadirkan pengalaman sejarah yang lebih hidup dan imersif bagi pengunjung.

Terkait target pelaksanaan, Fadli menyebut revitalisasi diharapkan dapat segera dimulai pada tahun ini, menyesuaikan kesiapan pengelola museum dan koordinasi lintas instansi.

“Targetnya secepat-cepatnya. Tahun ini kita harapkan sudah bisa berjalan, tentu tergantung kesiapan pengelola dan kerja sama dengan balai,” katanya.

Selain digitalisasi, pembenahan juga akan menyasar aspek fisik museum, termasuk penataan pencahayaan (lighting), peningkatan standar kurasi, serta perawatan koleksi artefak. Ia mengakui, sebagian koleksi asli telah mengalami kerusakan atau hilang seiring waktu, sehingga keberadaan replika menjadi bagian yang tidak terhindarkan.

“Tahun ini juga tepat 80 tahun Perundingan Linggarjati pada November nanti. Ini momentum penting untuk menghidupkan kembali nilai sejarahnya. Yang asli tetap dipertahankan, sementara replika bisa melengkapi,” ungkapnya.

Lebih jauh, Fadli mendorong agar Museum Linggarjati tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas intelektual melalui diskusi dan kajian sejarah.

“Perlu ada aktivasi, diskusi dengan sejarawan dan generasi muda agar mereka lebih mengenal pentingnya perundingan ini dalam sejarah bangsa,” pungkasnya.(Anto/NM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *