INDRAMAYU, (NMEDIA.id).- Ratusan ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu) jemaah haji dari Jawa Barat mengikuti pembinaan haji yang digelar Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Barat, kegiatan tersebut berlangsung di Asrama Haji Jawa Barat, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.Selasa (14/4/2026).
Kabag TU Kanwil Kemenhaj Jawa Barat, Elfin Fakhridas, mengatakan, pembinaan kali ini merupakan upaya strategis untuk memastikan pelayanan kepada jemaah haji Jawa Barat berjalan optimal sejak dari tanah air hingga ke tanah suci.
Menurut dia, poin utama dari pembinaan tersebut ialah membangun chemistry dan koordinasi yang kuat antara karom maupun karu dengan para petugas kelompok terbang (kloter) yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter hingga perawat.
“Mereka harus menjadi satu tim yang solid dan kompak untuk melayani jemaah haji, sehingga dalam pembinaan ini juga sudah dibagi kelompok sesuai kloter masing-masing,” kata Elfin Fakhridas saat ditemui di Asrama Haji Jawa Barat, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.
Ia mengatakan, dikumpulkannya para peserta pembinaan sesuai kloter masing-masing dimaksudkan agar setiap unsur pimpinan di tingkat paling dasar dapat saling mengenal, dan membangun kekompakan sebelum keberangkatan.
Pihaknya mengakui, setiap kloter yang terdiri dari 440-an jemaah haji terdapat 10 karom yang masing-masing membawahi empat karu, dan setiap karu akan memimpin 40 jemaah haji.
Selain itu, karom dan karu yang mengikuti pelatihan kali ini berasal dari seluruh kloter jemaah haji Jawa Barat yang berangkat dari Embarkasi Bekasi maupun Embarkasi Kertajati.
“Karom dan karu ini merupakan para jemaah haji yang mendapatkan tugas untuk memimpin grup-grup kecil, karena tahun ini tidak semua kota atau kabupaten di Jawa Barat mengirimkan petugas haji daerah,” ujar Elfin Fakhridas.
Ia menyampaikan, kelompok-kelompok kecil tersebut juga untuk memastikan rasio pelayanan yang ideal, sehingga sistemnya dirancang agar pengawasan dan pendampingan secara berlapis untuk jemaah haji.
Elfin mengakui, pembagian struktur yang rapi dan koordinasi yang solid itu diterapkan untuk meminimalisir seluruh kendala di lapangan, sehingga para jemaah haji bisa beribadah secara khusyuk.
“Semoga seluruh karom dan karu memiliki pemahaman yang sama mengenai tugasnya, terutama dalam memitigasi masalah serta komunikasi cepat dengan petugas medis maupun pembimbing ibadah selama di Tanah Suci,” pungkasnya (Wir/NM)












